Redaksi AKDAH – Dalam upaya mengurangi biaya operasional kunjungan luar negeri, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa jumlah rombongan yang menyertai Presiden Prabowo Subianto selama perjalanan ke luar negeri telah dipangkas lebih dari 50 persen. Teddy menyatakan hal ini sebagai respons terhadap kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai frekuensi kunjungan Prabowo yang dianggap membawa rombongan besar dan membebani anggaran negara.
Teddy menjelaskan bahwa saat ini, jumlah anggota rombongan untuk setiap kunjungan Presiden Prabowo berkisar antara 50 hingga 60 orang, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan periode sebelumnya. Menurutnya, pada masa Dino, jumlah rombongan bisa mencapai lebih dari 120 orang. “Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh,” ujarnya dalam sebuah video yang diunggah di media sosial Sekretariat Kabinet pada 1 Juni 2026.
Sebagai bukti, Teddy menunjukkan dokumen yang merinci jumlah tim yang dibawa dalam kunjungan kenegaraan pada tahun 2014 ke beberapa negara seperti Lisbon, New York, Washington DC, dan Osaka. Dokumen tersebut mencatat bahwa rombongan pada waktu itu mencapai 110 orang, termasuk Dino Patti Djalal yang turut serta dalam tim tersebut. Dalam kesempatan ini, Teddy menggarisbawahi bahwa perubahan dalam jumlah rombongan ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Prabowo untuk lebih efisien dalam melakukan kunjungan ke luar negeri, sekaligus menghemat pengeluaran negara.