Protes Kekuatan Angin Far-Right Di Monumen Perang Jerman

Redaksi AKDAH – Anggota gerakan anti-imigrasi sayap kanan di Jerman melakukan aksi pengepungan di sebuah monument perang terkenal, Hermann Memorial, pada hari Minggu. Aksi tersebut dilaksanakan sebagai protes terhadap perluasan energi angin di negara tersebut, di mana para demonstran menyalakan kembang api dan memasang spanduk, menurut keterangan pihak kepolisian.

Gerakan yang dikenal dengan nama Identitarian Movement ini memiliki pandangan etnonasionalis, meyakini bahwa identitas Eropa kulit putih terancam oleh imigrasi. Aksi diadakan di dekat kota Detmold, yang merupakan lokasi dari monument tersebut, yang memperingati pemimpin perang Jerman, Arminius, yang terkenal karena memimpin aliansi suku Jerman dalam mengalahkan pasukan Romawi pada pertempuran di Hutan Teutoburg pada tahun 9 Masehi.

Salah satu anggota kelompok tersebut memanjat lebih tinggi dari balkon monument dan bertahan di sana selama beberapa jam, diikat dengan tali. Menurut pernyataan dari kepolisian, pria tersebut enggan berkooperasi, sementara anggota lainnya melarikan diri dari lokasi. Setelah beberapa jam, pria berusia 21 tahun yang merupakan warga negara Swiss itu akhirnya turun dan dibawa ke kantor polisi.

Polisi kini sedang mengevaluasi kemungkinan pelanggaran yang mungkin dihadapi oleh pria tersebut, termasuk pelanggaran masuk tanpa izin, dugaan penyebaran kebencian, dan penggunaan kembang api yang ilegal. Di Jerman, gerakan ini berada di bawah pengawasan badan intelijen dalam negeri sebagai organisasi ekstremis sayap kanan yang terkonfirmasi.