Redaksi AKDAH – Bentrokan antarwarga di Jalan Tambak, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026. Kericuhan yang berlangsung selama sekitar empat jam ini mengakibatkan satu orang tewas. Seorang penjaga warung tenda, Yuli (26), menyaksikan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa insiden dimulai sekitar pukul 10.00 WIB saat ia sedang melayani pelanggan.
Awalnya, Yuli mengira suara keramaian di luar berasal dari kecelakaan lalu lintas. Namun, ketika keluar, ia mendapati dua kelompok warga sedang berhadapan dan bersiap untuk bertindak. Menurut penuturan Yuli, salah satu kelompok berasal dari warung yang diminta untuk tutup, yang kemudian memicu ketidakpuasan dan menyebabkan saling dorong di gerbang.
Situasi dengan cepat memburuk, dan bentrokan terjadi. Yuli melaporkan bahwa kedua kelompok mulai saling melempar batu dan ada beberapa individu yang terlihat membawa senjata tajam. “Terus para ojek online juga ikutan tawuran, lemparin batu, terus celurit, bawa senjata tajam-tajam gitu,” ungkap Yuli saat ditemui.
Bentrokan ini menciptakan suasana yang mencekam dan mengganggu aktivitas di sekitar lokasi. Aparat kepolisian yang mendapatkan laporan segera turun tangan untuk mengendalikan situasi dan meredakan ketegangan antarwarga.
Pemicu kericuhan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dan pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Insiden ini menyoroti perlunya intervensi yang lebih efektif untuk mencegah kekerasan antarwarga di wilayah perkotaan.