Kantor Perlengkapan Makan Gratis Indonesia Ditutup Saat Penggerebekan

Redaksi AKDAH – Penggeledahan kantor Badan Pangan Nasional Indonesia dilakukan oleh penyidik dari Kejaksaan Agung pada Rabu dini hari. Tindakan ini diambil di tengah pelaksanaan program makanan gratis yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam program ini, pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar 15 miliar dolar AS untuk menyediakan makanan gratis bagi 83 juta anak dan ibu hamil di seluruh nusantara.

Program ini menjadi bagian penting dari kampanye Prabowo menjelang pemilihan presiden 2024. Juru bicara Kejaksaan Agung mengonfirmasi penggeledahan tersebut, namun tidak memberikan rincian mengenai fokus penyelidikan. Penggrebekan berlangsung di jam 02:00 waktu Jakarta dan melibatkan sejumlah kendaraan, dengan gedung agensi tersebut tetap terkunci hingga pukul 11:00.

Penggeledahan ini terjadi setelah pemecatan kepala Badan Pangan Nasional, Dadan Hindayana, yang disebut-sebut terkait dengan masalah tata kelola dan kualitas pangan. Dadan, yang merupakan seorang entomolog, akan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang, mantan jurnalis yang turut serta dalam tim kampanye Prabowo.

Kementerian Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa evaluasi terhadap kinerja badan tersebut menjadi alasan utama pemecatan Dadan. Ia menegaskan adanya masalah disiplin dalam pengelolaan yang berdampak pada standar kualitas pangan. Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program ini telah mendapatkan sorotan tajam, terutama setelah dilaporkan adanya kasus keracunan makanan yang mengakibatkan setidaknya 33.000 anak sakit.

Meski menghadapi tantangan dan kekhawatiran dari para investor, Prabowo berkomitmen untuk melanjutkan program ini demi memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.