Strategi Pertumbuhan Retailer Otomotif Besar Meliputi Penjualan Dealer


Otomotif by AKDAH – Praktik jual beli dealer mobil semakin mendapat perhatian, terutama di kalangan kelompok dealer besar. Beberapa perusahaan, seperti Penske Automotive, telah melakukan strategi selektif dalam menjual dealership mereka, meskipun di saat yang sama juga melakukan akuisisi. Dalam laporan keuangan terbaru, Penske Automotive mengungkapkan bahwa mereka akan melanjutkan penjualan dalam upaya untuk terus berekspansi dan mengoptimalkan portofolio mereka.

Akuisisi dan Penjualan dalam Strategi Bisnis

Penske Automotive, yang berbasis di Bloomfield Hills, Michigan, baru-baru ini melakukan akuisisi besar terhadap Penske Motor Group pada November 2025. Akuisisi ini termasuk satu dealer Toyota di Texas serta tiga dealership di California. Dua dari dealer di California adalah dealer Lexus, dan Longo Toyota di El Monte, yang merupakan dealer Toyota terlaris di Amerika Serikat. Meskipun demikian, Penske Automotive juga melakukan penjualan dua dealer Lexus di Rhode Island dan Wisconsin sebagai bagian dari strategi manajemen portofolio mereka.

Alasan Jual Beli Dealer

Dalam beberapa panggilan pendapatan dan wawancara, manajemen perusahaan menjelaskan alasan di balik penjualan dealer. Salah satunya adalah untuk mematuhi perjanjian waralaba yang membatasi konsentrasi kepemilikan. Roger Penske, dalam keterangan pers, menjelaskan bahwa penjualan dealer Lexus tersebut memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan dealer yang lebih strategis di wilayah yang lebih berkembang, seperti Florida.

Penske Automotive berhasil memperoleh Longo Toyota dan dua dealer Lexus di Florida, sambil melepaskan dealer di wilayah New England yang lebih tenang. Alan Haig, pendiri dan presiden Haig Partners, mencatat bahwa dealer Toyota atau Lexus jarang tersedia di pasar, sehingga jika ada kesempatan, dealer lain sebaiknya segera mengambilnya.

Manajemen Portofolio yang Disiplin

Dalam konteks ini, kelompok dealer besar seperti Group 1 Automotive juga menerapkan manajemen portofolio yang disiplin. Pada laporan terpisah, mereka mengumumkan akuisisi satu dealer Škoda dan dua dealer Volkswagen di Inggris, yang diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan sekitar $135 juta. Namun, mereka juga menjual dua dealer Mercedes-Benz di California dan satu dealer Volkswagen dan Škoda di Inggris, yang memiliki total pendapatan tahunan sekitar $570 juta.

Menurut Alex Watterson dari Presidio, transaksi ini menegaskan bahwa kelompok dealer yang terbesar dan terbaik semakin menerapkan manajemen portofolio yang disiplin.

Strategi Jangka Panjang oleh Lithia Motors

Sementara itu, Lithia Motors yang berbasis di Oregon melaporkan data lebih jauh tentang praktik jual beli dealer. Dari tahun 2020 sampai 2025, mereka telah menjual 70 dealer yang mewakili sekitar $2,8 miliar dalam pendapatan tahunan, berlawanan dengan 190 akuisisi yang menghasilkan sekitar $18,2 miliar. CEO Lithia, Bryan DeBoer, menyatakan bahwa perusahaan sedang fokus pada pembelian kembali saham sambil tetap terbuka untuk akuisisi yang disiplin ketika harga sesuai.

Kesimpulan

Perkembangan praktik jual beli dealer di kalangan grup dealer besar menunjukkan strategi yang terus berkembang dalam manajemen portofolio. Meskipun ada faktor-faktor tertentu yang mendorong penjualan, termasuk kepatuhan pada perjanjian waralaba, ada juga peluang strategi yang menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan yang mampu melakukan akuisisi di lokasi yang lebih menguntungkan. Dengan terus berkembangnya pasar otomotif, langkah-langkah ini menjadi penting bagi dealer-dealer untuk memastikan pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan.