Otomotif by AKDAH – Para pekerja serikat pekerja UAW di sebuah pabrik di Three Rivers, Michigan, yang menyediakan komponen poros untuk truk full-size General Motors, memulai aksi mogok pada hari Senin setelah negosiasi antara serikat dan pemasok, Dauch Corp., yang sebelumnya dikenal sebagai American Axle, gagal mencapai kesepakatan. Aksi mogok ini menandai langkah penting dalam perjuangan pekerja untuk mendapatkan kembali hak dan imbalan yang lebih baik setelah sekian lama menghadapi berbagai pengorbanan.
Pemicu Aksi Mogok
Pekerja di pabrik tersebut pada 12 Mei lalu telah memberikan suara hingga 98% untuk memberi delegasi kepada serikat pekerja dalam menjalankan aksi mogok jika tidak ada kesepakatan yang tercapai hingga 31 Mei, saat kontrak mereka berakhir. Jay Korf, anggota Serikat Pekerja UAW Local 2093 di perusahaan ini, menyatakan, “Kami tidak meminta untuk menguras kantong perusahaan; kami menuntut bagi kami bagian yang adil setelah semua pengorbanan dan tahun-tahun yang kami habiskan untuk membangun kembali perusahaan ini.”
Di antara alasan utama di balik aksi mogok ini adalah keinginan pekerja untuk mendapatkan pengakuan atas pengorbanan jangka panjang yang telah mereka lakukan. Pada tahun 2008, setelah aksi mogok panjang selama 87 hari, pekerja di American Axle setuju untuk mengambil potongan gaji yang signifikan untuk membantu menyelamatkan fasilitas tersebut dari penutupan saat resesi besar. Saat itu, gaji pekerja yang awalnya mencapai $29 per jam dipotong menjadi hanya $14,50. Kini, setelah 18 tahun berlalu, pekerja di perusahaan tersebut masih belum sepenuhnya pulih dari kehilangan tersebut, di mana gaji tertinggi saat ini berada di angka $22 per jam setelah proses kenaikan selama lima tahun.
Konsekuensi untuk Ekonomi Lokal
Pertanyaannya kini: apakah aksi mogok ini akan mempengaruhi produksi dari GM? Seiring dengan adanya aksi ini, ada kekhawatiran bahwa gangguan pada pasokan komponen penting seperti poros dapat memengaruhi proses produksi truk mereka, yang berpotensi menyebabkan masalah di seluruh rantai pasokan industri otomotif. GM sudah mengkonfirmasi adanya rencana akselerasi produksi truk dalam pembaruan keuangan kuartal pertama tahun ini, dengan lebih banyak kapasitas produksi yang dialihkan menuju truk pickup dan SUV full-size.
Sebagai langkah jaga-jaga, Dauch Corp. sebelumnya mengakui dalam laporan tahunan yang dipublikasi pada bulan April bahwa mereka mungkin akan menghadapi aksi mogok yang dapat mengganggu operasi dan pengiriman kepada pelanggan. Dalam laporan tersebut, Dauch menyatakan, “Tidak ada jaminan bahwa negosiasi mendatang dengan serikat pekerja, termasuk yang terkait dengan kedaluwarsa perjanjian kerja sama kolektif, akan terselesaikan dengan baik, atau bahwa kami, pelanggan kami, atau pemasok kami tidak akan mengalami penghentian kerja atau gangguan yang dapat berdampak signifikan pada hasil operasi dan kondisi keuangan kami.”
Perjuangan untuk Meningkatkan Standar Keseluruhan
Di sisi lain, UAW semakin memfokuskan upayanya untuk membangun kembali reputasi dengan menawarkan kontrak-kontrak yang meningkatkan upah dan manfaat bagi pekerja, terutama di sektor pasokan otomotif yang mereka pernah dominasi. Upaya ini menghadapi ujian dengan negosiasi yang sedang berlangsung antara serikat dan dua pemasok besar, yaitu Dauch dan Nexteer, yang memproduksi komponen kemudi untuk GM dan produsen otomotif lainnya.
Dalam konteks ini, UAW Local 699 di kompleks manufaktur Nexteer di dekat Saginaw, Michigan, pada bulan lalu juga melakukan pemungutan suara untuk menolak beberapa proposal kontrak dan memberikan suara hingga 86% untuk memberikan wewenang kepada serikat guna melakukan mogok. Menurut laporan terbaru, pada 1 Juni, diharapkan ada kesepakatan awal yang diusulkan, yang juga akan diajukan untuk pemungutan suara oleh anggotanya.
Jill Dralle, Wakil Presiden dan Presiden Divisi AS di Nexteer Automotive, menyatakan bahwa manajemen Nexteer dan komite perunding UAW terus mendiskusikan umpan balik dari anggota untuk mencapai kesepakatan yang membangun masa depan yang kuat dan berkelanjutan bagi para pekerja Saginaw dan Nexteer.
Dampak Terhadap Pekerja
Sementara itu, fokus utama yang diambil oleh Presiden UAW Shawn Fain adalah untuk memastikan bahwa para pekerja di American Axle mendapatkan peningkatan yang signifikan dalam kontrak berikutnya. Mengingat keberhasilan American Axle dalam satu dekade terakhir, Fain percaya bahwa para pekerja berhak untuk mengharapkan upah yang lebih tinggi, manfaat yang lebih baik, dan penghentian struktur upah bertingkat yang masih ada.
American Axle, sebagai penyedia utama untuk GM, dilaporkan menghasilkan keuntungan sebesar $2,9 miliar sejak tahun 2022, dan CEO perusahaan tersebut menerima kompensasi senilai $47,9 juta. Dauch Corp. sendiri melaporkan keuntungan kotor sebesar $704 juta pada tahun 2025, meskipun terdapat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai $741 juta.
Kesimpulan
Aksi mogok di Three Rivers menjadi suatu momen penting dalam sejarah perundingan pekerja yang berlangsung kompleks di sektor otomotif. Dengan tantangan yang terus muncul, baik dari sisi pekerja yang menuntut keadilan dan pengakuan atas kontribusi mereka, maupun dari perusahaan yang berusaha untuk mempertahankan kelangsungan operasional dan keuntungan, perkembangan ini akan terus menjadi sorotan. Keberhasilan atau kegagalan negosiasi yang saat ini berlangsung bisa memiliki dampak yang jauh lebih luas, tidak hanya bagi pekerja yang terlibat, tetapi juga bagi seluruh industri otomotif dan ekonomi lokal yang bergantung padanya.