Redaksi AKDAH – Tokito Oda berhasil mempertahankan gelar juara Wimbledon di kategori tunggal kursi roda pria setelah mengalahkan Alfie Hewett dari Inggris dengan skor telak 6-1, 6-1. Kemenangan tersebut menjadikan Oda, yang baru berusia 20 tahun, setara dengan Hewett dengan total 10 gelar grand slam tunggal, menempatkannya di posisi kedua dalam daftar sepanjang masa, di belakang Shingo Kunieda yang memiliki 28 gelar.
Kedua pemain ini telah mendominasi kejuaraan grand slam dalam beberapa tahun terakhir, dengan Oda meraih 10 kemenangan dari 14 pertemuan terakhir mereka. Di final hari itu, Oda menunjukkan performa luar biasa, tidak hanya sebagai juara dunia tetapi juga sebagai juara Olimpiade saat ini. Ia mengekspresikan rasa syukurnya atas dukungan penonton dan kesempatan bermain di Court One.
Hewett, meskipun memiliki peluang di awal pertandingan, mengalami kesulitan dan gagal memanfaatkan break point. Permainannya tertekan sejak set pertama, di mana Oda membawa permainan dengan kontrol yang kuat dan mengklaim set pertama dengan cepat. Oda melanjutkan dominasi di set kedua, mengamankan gelar keenam berturut-turut di turnamen grand slam.
Meskipun Hewett baru saja meraih gelar ganda bersama Gordon Reid sehari sebelumnya, ia merasa kecewa dengan performanya di final tunggal ini. Ia mengakui bahwa Oda tampil sangat baik dan memberikan ucapan selamat atas pencapaiannya. Dengan kekalahan ini, Hewett mengalami dua kekalahan beruntun di final Wimbledon setelah hanya berhasil meraih gelar pada tahun 2024.
Keberhasilan Oda menambah daftar pencapaian gemilang dalam kariernya yang masih muda, dan menarik perhatian akan perkembangan tenis kursi roda yang semakin meraih tempat di hati penonton.