Satgas Jambi Tingkatkan Kesiapsiagaan Antisipasi Karhutla Musim Kemarau

Redaksi AKDAH – Dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi selama musim kemarau, Tim Satgas Karhutla Jambi telah mempersiapkan berbagai langkah strategis. Gubernur Jambi, Al Haris, selaku Komandan Satgas, menginfokan bahwa kesiapsiagaan ini diungkapkan dalam Apel Siaga Darurat Karhutla yang diadakan di Lapangan Korem 042 Garuda Putih pada Rabu (10/6).

Haris menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antara semua pihak untuk memitigasi dan menanggulangi potensi karhutla, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Provinsi Jambi diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang lebih panas dan kering.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Haris juga mengingatkan agar kejadian karhutla yang disertai kabut asap pada tahun 2015 dan 2019 tidak terulang. Ia mengajak seluruh bupati, wali kota, instansi TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat untuk bersatu dalam pencegahan bencana tersebut. Haris mencatat, selama periode Januari hingga Juni 2026, terdapat 1.205 titik panas di Jambi, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 121 hektare.

Plh. Dansatgas Karhutla Jambi, Brigjen TNI Nyamin, menyatakan bahwa personel akan segera dikerahkan ke pos-pos karhutla setelah Apel Siaga. Selain itu, Kapolda Jambi, Irjen Krisno H. Siregar, menambahkan bahwa Polda akan mendukung upaya pencegahan melalui patroli terpadu serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terkait dengan pembakaran lahan. Upaya kolektif ini diharapkan dapat mencegah dampak negatif karhutla di wilayah tersebut.