Mahasiswa Tuntut Perubahan, Eksponen 98 Apresiasi Langkah Pemerintah

Redaksi AKDAH – Eksponen Angkatan Reformasi 1998, Andrianto Andri, memberikan tanggapannya terkait demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta dan berbagai daerah lainnya. Dia menilai keberanian mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi di ruang publik menunjukkan semangat yang masih hidup dari tradisi reformasi.

Pernyataan itu disampaikan Andrianto pada Senin (15/6/2026). Dia mengingatkan bahwa aksi-aksi mahasiswa merupakan pengingat penting akan perubahan yang terjadi saat reformasi 1998. Namun, menurutnya, dalam berdemokrasi, keberanian tidak cukup; dibutuhkan juga pemahaman yang tepat dalam membaca masalah yang ada.

Salah satu tajuk aksi yang mengusung tema “Indonesia Menuju Bangkrut: Reformasi Jilid 2” dianggapnya tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang ada. Andrianto berpendapat bahwa klaim tersebut bisa menunjukkan adanya ketidakselarasan antara narasi yang diusung dalam aksi dengan kebijakan pemerintah yang sedang diterapkan.

Keberanian mahasiswa dalam bersuara dinilai sebagai tradisi penting yang harus dipertahankan demi kemajuan bangsa. Dia menekankan, menyampaikan aspirasi haruslah didukung dengan pemahaman yang mendalam tentang isu-isu yang terjadi sehingga program yang dijalankan pemerintah bisa sepenuhnya dipahami.

Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di berbagai kota ini menjadi sorotan publik, menggugah diskursus tentang peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam menilai pemerintahan dan membuat perubahan. Andrianto berharap, di masa mendatang, mahasiswa tidak hanya berani bersuara tetapi juga bijaksana dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.