Redaksi AKDAH – Kritik terhadap Lamborghini Temerario GT3 dianggap terlalu cepat mengingat penampilan tim tersebut di Zandvoort. Setelah hasil buruk di Spielberg, di mana pembalap Lamborghini terjebak di posisi belakang, Luca Engstler dari tim Abt berhasil meraih posisi kedelapan dan keenam di Zandvoort. Engstler, yang juga merupakan pembalap pabrik Lamborghini, menegaskan bahwa performa mobilnya cukup baik ketika mereka mampu meraih posisi tiga terdepan.
Perubahan signifikan diperoleh melalui homologasi tambahan DTM, yang memungkinkan tim Lamborghini mengatur sayap belakang dengan konfigurasi baru yang tidak terdaftar dalam homologasi FIA sebelumnya. Ketua tim Grasser, Gottfried Grasser, mengungkapkan bahwa peningkatan daya dukung dari sayap belakang membuat mobil lebih mudah dikendalikan, terutama saat memasuki tikungan.
Homologasi tambahan ini memungkinkan pengaturan sudut sayap belakang hingga delapan derajat, meningkat dari lima derajat sebelumnya. Hal ini juga diiringi dengan penambahan hardware yang memungkinkan sudut serangan maksimum meningkat dari tujuh menjadi dua belas derajat. Meski perubahan ini tidak terlalu terlihat, secara aerodinamis sangat membantu stabilitas mobil dalam kecepatan tinggi.
Tim Abt, yang telah menguji konfigurasi ini sebelum Zandvoort, mendapatkan keuntungan awal dalam penerapan perubahan tersebut. Menurut informasi yang berkembang, pengaturan baru ini memberikan keuntungan pada keseimbangan mobil, mengatasi kekurangan daya dukung di bagian belakang yang sebelumnya membuat mobil tidak stabil di tikungan cepat.
Perubahan ini juga berdampak pada strategi tim. Grasser menyatakan bahwa timnya harus menyesuaikan pendekatan dalam mengendarai mobil, dan meskipun adapun yang diperlukan, hasil dari perubahan ini terlihat dengan melesatnya pembalap Mirko Bortolotti ke posisi empat terdepan. Grasser percaya bahwa performa mobil yang meningkat dapat berlanjut di trek lainnya, bukan hanya terbatas pada kondisi di Zandvoort.