Redaksi AKDAH – Chris Evert dan Martina Navratilova, dua legenda tenis yang dikenal dengan rivalitas sengitnya, kini menjalin persahabatan erat di usia mereka yang sudah memasuki tujuh puluhan. Menghadapi peluncuran dokumenter terbaru mereka di Netflix yang berjudul “Chris and Martina: The Final Set,” keduanya bertemu kembali di New York City pada 10 Juni lalu. Dalam sesi wawancara cepat dengan Reuters, dinamika antara keduanya tetap tajam, menarik perhatian Monica Seles, mantan juara Grand Slam.
Dalam acara tersebut, ketika ditanya mengenai siapa yang lebih kompetitif selama masa bermain, Evert yang berusia 71 tahun mengaku tidak yakin, sementara Navratilova, yang akan berusia 70 tahun akhir tahun ini, cepat memberikan pendapatnya. “Saya pikir Chris lebih kompetitif,” ujarnya sambil tersenyum. Seles, yang mengikuti perkembangan ini, menyatakan antusiasmenya di Instagram dan mendukung pendapat Navratilova.
Seles, yang merupakan prodigy tenis di akhir 1980-an, memiliki rekor 9-7 melawan Navratilova dan 1-1 dengan Evert. Rivalitas Evert dan Navratilova dicatat sebagai salah satu yang paling dominan dalam sejarah olahraga, dengan 80 pertemuan selama 15 tahun, termasuk 60 final. Keduanya mengakhiri karier dengan 18 gelar Grand Slam masing-masing, namun Navratilova unggul dalam catatan head-to-head.
Dalam sesi wawancara, Evert mengaku sebagai yang paling superstisi, mengenang kebiasaannya mengenakan gaun “beruntung” berwarna pink atau kuning pada setiap final. Ketika diminta mendeskripsikan satu sama lain, Evert memilih kata “belit-belit” dan “berbelas kasih,” sementara Navratilova menyebut Evert “mengejutkan.”
Dokumenter ini dijadwalkan tayang pada 26 Juni mendatang dan disutradarai oleh pemenang Emmy dua kali, Rebecca Gitlitz. Film ini mengeksplorasi rivalitas keduanya serta perjalanan persahabatan mereka selama 50 tahun, termasuk tantangan kesehatan yang mereka hadapi baru-baru ini.